Follow

Hot Creamy and Cola


Bel istirahat berbunyi, seperti biasa Jonny segera meluncur munuju kantin bersama teman seperjuangannya, Joang. Seperti biasa pula mereka berdua melepaskan semua rantai yang membelit otak kirinya selama berada dikelas. Ya, Jonny dan Joang adalah sahabat karib sejak pertama mereka menapakkan kaki disekolah. Jonny dan Joang adalah sobat yang sangat terbuka, mereka saling tahu apa yang sedang menjadi masalah biji mereka, mulai dari masalah pelajaran, pertemanan, perperempuan dan perminyakan. Kadar minyak diwajah mereka memang selalu bertambah jika menyangkut masalah perempuan. Bahkan mereka saling tahu warna dan merek celana dalam yang sedang mereka pakai pada hari itu, ini baru yang dinamakan sahabat terbuka.

"Jon, mau minum apa lu? Gua bayariiin!" hampir tiga kali dalam seminggu Joang berkata seperti itu.
"Sini duit lu, gua yang pesen." hampir tiga kali dalam seminggu pula Jonny berkata begitu.
Isi dompet Joang memang lebih tebal, mungkin faktor ini yang paling kuat dalam keharmonisan persahabatannya.
Satu gelas minuman hangat dan satu gelas minuman dingin telah tersaji dihadapan mereka. Creamer cair berasap diseruput jonny dan cola penuh embun disedot Joang. Fantasi mereka mengudara diatas pikiran yang tadi kusut dibelit rantai oleh guru kimia.

Saat sedang asik menikmati waktu istirahat mereka, datang dua sosok perempuan yang sebenarnya berseragam sama seperti mereka, tetapi mata mereka berkata lain,
gaun putih bersih berhias sayap dibelakang lengan bagai bidadarilah yang mereka lihat. Singkat cerita Jonny dan Joang dan kedua perempuan itu menjadi saling kenal bahkan akrab.
Mungkin terlihat sangat mudah, tapi gua sebagai penulis lebih seneng ngetik singkat cerita dari pada panjang cerita, apalagi panjang cerita disini terdapat ribuan kisah memilukan sebelum akhirnya dua perempuan tadi bisa duduk sejajar didepan meja Jonny dan Joang.
Masalah perminyakan, itulah yang kini dialami Jonny dan Joang. Ya, kedua perempuan itulah yang kini menghiasi fantasi mereka berdua saat sedang menikmati minuman mereka masing-masing.

Hari demi hari berlalu, percakapan mereka dikantin yang tadi gua bilang hampir tiga kali dalam seminggu selalu terdengar. Ada yang berbeda akhir-akhir ini, mereka tidak lagi berusaha melepaskan rantai yang dibelitkan oleh guru kimia mereka, tapi kedua perempuan bersayap yang ada dalam cerita tadi malah seolah yang membelitkan rantai.
Banyak kesenangan yang mereka alami dengan masing-masing perempuan yang mereka pilih banyak pula kisah memilukan seperti yang sebelumnya enggan buat gua ketik disini.
Ketidaksamaan persepsi dengan kedua perempuan itulah yang kini sering mereka berdua bicarakan dimeja kantin.
Mungkin kalian juga pernah ngerasain gimana rasanya suka sama gebetan kalian dan kalian ngerasain dia juga punya rasa yang hampir sama dengan kalian tapi kalian engga tau gimana caranya buat nyatuin perasaan kalian hanya karena sedikit perbedaan pandangan yang ada diantara kalian.

Bel istirahat kembali berbunyi pada hari yang berbeda, seperti biasa Jonny dan Joang menuju katin dengan langkah yang lebih terlihat kelihatan pintar.
Entah ada angin apa yang meniup roda otak mereka sehingga hari itu mereka begitu bersahabat dengan pelajaran kimia yang baru saja mereka selesaikan.
Tapi roda dipikiran mereka belum berputar sempurna, ya, mereka belum bisa melepaskan topik pembicaraan masalah perempuan yang mereka alami pada sidang rapat harian mereka.
Suasana kantin hari ini terasa berbeda, bukan karena ada renovasi bangunan, tapi karena minuman yang mereka pesan hari itu. Jonny yang biasa memesan minuman hangat kini menenteng cola yang berisi penuh es batu. Begitu pun Joang, dia yang biasa menyedot minuman dingin kini menyuruh Jonny unutk memesankan secangkir fullcream hangat.
Mereka berdua sadar ada yang aneh dengan fantasi kantin mereka siang itu. Awalnya mereka tak mementingkan hal itu, tapi saat mereka berfantasi dengan minuman yang mereka nikmati saat itu, mata mereka bertemu seolah mereka memiliki pemikiran yang sama persis didalam otak mereka yang berbeda.
Mereka sangat menikmati minuman yang mereka minum walau dengan fantasi berbeda. Sebelumnya memang Jonny benci dengan minuman dingin, apalagi cola.
Begitu juga dengan Joang, ia merasa perutnya sakit kalau dimasuki minuman hangat, apalagi berbau cream.
Otak mereka hari itu memang lagi "on fire", dengan memecahkan rumus kimia dikelas tadi, kini mereka menemukan rumusnya sendiri!

Selama ini Jonny dan Joang cuma bisa menikmati apa yang seharusnya mereka nikmati, bukan yang sebisanya mereka nikmati.
Bukan soal seberapa nikmat minuman yang mereka minum saat itu, tapi seberapa mampu mereka merasakan kenikmatan yang ada pada setiap minuman yang mereka minum.
Bukan soal seberapa besar perbedaan yang ada diantara kalian dengan pasangan kalian, tapi seberapa besar usaha kalian buat menikmati perbedaan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar